Buka Buku

Orang-Orang Terbungkam

Posted in fiksi, indonesia, sastra, terjemahan by halfklingon on 7 April 2010

Dalam sebuah majalah berbahasa Prancis, Demain, yang pemimpin redaksinya adalah Jean Bloch-Michael, Albert Camus sendiri menulis, yang nanti akan dibuktikan oleh pembaca sendiri, bahwa cerita yang dihimpun dalam kumpulan ini mempunyai underan atau pokok masalah yang sama, ialah tema keterbuangan. Masing-masing cerita menunjukkan gayanya sendiri-sendiri. Ada yang menggunakan gaya monologue-interieur, semacam gumam lirih, sampai yang bergaya naratif-realistik. Cerita-cerita itu ditulis bersama-sama, tetapi kemudian, masing-masing ditulisnya kembali, sebagai laiknya para penulis melakukan revisi.
Orang-Orang Terbungkam memang bercerita tentang orang-orang tertindas. Keterbungkaman mereka karena kondisi keadaan yang tidak memungkinkan lagi mereka berbuat apapun, kecuali menerima keadaan. Akan tetapi, sikap menerima keadaan ini, bagi Albert tidaklah dipandang sebagai sikap yang terpuji. Namun, keterbungkaman itu tidak mudah pula didobrak dan tatkala keterbungkaman menjadi semakin kuat, keterbungkaman menjadi suatu kondisi, yang oleh para kritikus sastra Prancis sering disebut sebagai “la condition humaine”, suatu kondisi manusia. Dengan kata lain, manusia tercekam dalam situasinya yang absurd. Kumpulan cerita pendek ini, sebenarnya lebih banyak bercerita tentang kondisi manusia yang semacam itu. Tentu saja, tidak semua cerita pendek dalam buku ini cukup tepat dikatakan demikian; yang terang ada suasana yang kurang lebih begitu.

Penulis: Albert Camus

Format : Adobe Reader (pdf)
disarankan untuk menginstal Adobe Reader versi terbaru
Bahasa : Indonesia

Download

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: