Buka Buku

Comedy Writing Secrets

Posted in comedy writing, english, how-to, non-fiksi by halfklingon on 3 Maret 2010

Pelawak profesional akan berkata bahwa Anda tidak bisa “belajar” untuk menjadi lucu. Anda harus memiliki bakat melawak atau tidak sama sekali.

Mereka tentu saja berbohong.

Ketrampilan melawak dapat dipelajari. Awal karir para komedian digunakan untuk mengasah ketrampilan itu.
Pentas pertama, mungkin penampilannya buruk. Pada panggung berikutnya, mungkin tetap buruk. Tapi pada akhirnya, mereka yang tekun dapat menguasai ketrampilan melucu. Secara bertahap lawakannya membaik… para penonton mulai tertawa.

Pelawak yang berbakat mungkin menunjukkan kualitas lawakan berdasarkan pengalaman, bukan dari hasil latihan saja. Biarpun demikian, ia tetap harus mempelajari ketrampilan melawak. Ini adalah prasyarat untuk berkembang dan maju. Pelawak (yang berbakat serta kompeten) menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk mengasah kemampuan melawak.

Kita bisa melihat pada awal karir para komedian yang berbakat. Sebelum Richard Pryor menemukan suaranya dan mengubah dunia komedi, ia membayar iuran untuk tapil di sebuah kelab malam konvensional. Sebelum Chris Rock mengejutkan kita, mempesona kita, dan membawa kita rasa sakit, ia merana sebagai pemain level dua di Saturday Night Live. Seperti pepatah yang mengatakan, mereka menghabiskan 40 tahun di padang gurun.

Dan tidak diragukan lagi, yang “40 tahun” (mari kita berharap bukan jangka waktu yang harfiah) harus melibatkan praktek, keberhasilan dan kegagalan. Ini tidak dapat dipelajari dari buku.

Tapi buku ini mempercepat proses belajar menjadi lucu. Meskipun tidak mungkin menggantikan proses yang menyakitkan dalam membangun karir sebagai komedian (buku tidak mungkin bisa), tetapi sangat membantu dalam memberikan fundamental yang dibutuhkan seorang pelawak.

Lawakan yang disiapkan dengan skenario matang, akan memberikan hasil yang baik. Bahkan pelawak kondang almarhum Bing Slamet dan Mang Udel melakukan itu.

Helitzer, seorang profesor jurnalisme dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dalam menulis komedi, humas, dan copywriter, mengambil pendekatan yang teratur untuk menjelaskan dinamika humor. Dalam pandangan Helitzer, rumus penting tergantung pada kemampuan pemain untuk mengembangkan rasa superioritas dalam audiens (hal yang sering diabaikan pemain), bagaimana menciptakan ketegangan dan kemudian meledak pemuh kejutan. Ia menyamakan proses untuk membujuk para penonton ke atas karpet dan kemudian menariknya keluar dari bawah mereka berulang kali.

Format : Adobe Reader (pdf)
disarankan untuk menginstal Adobe Reader versi terbaru
Bahasa : English

Download

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: